| BeritaARTIKELKonsultasi | Belanja | Mail | Milis | Link

Depan > Artikel > Oase Iman

Dari-Nya lah Yang Terbaik



eramuslim - Setiap usai sholat berjama'ah di masjid, Tsa'labah langsung bergegas beranjak meninggalkan masjid sementara Rasulullah dan para sahabat lainnya tetap tenang dalam kekhusyu'an dzikir dan munajat kepada Allah, dan itu kerap dilakukannya setiap selesai sholat berjama'ah bersama Rasulullah. Melihat sikap Tsa'labah yang 'aneh' itu, karena tidak biasa dilakukan oleh sahabat lainnya, pada kesempatan lain usai sholat berjama'ah Rasulullah Muhammad Saw menegur Tsa'labah saat sudah bersiap-siap meninggalkan masjid. Lalu Tsa'labah pun menjelaskan bahwa ia harus segera kembali kerumah agar istrinya tidak ketinggalan waktu sholat karena mereka harus bergantian menggunakan sarung yang cuma satu-satunya mereka miliki.

Mendengar cerita Tsa'labah, Rasulullah pun berdo'a agar Allah memberikan rizki-Nya kepada Tsa'labah agar ia dan istrinya tenang dalam beribadah. Sekian waktu kemudian, Tsa'labah pun memperoleh rizki berupa beberapa hewan ternak dan iapun dapat lebih tenang beribadah bersama Rasulullah. Namun seiring bertambahnya jumlah ternak yang dimiliki keluarga Tsa'labah, makin sering pula Tsa'labah meninggalkan kesempatan berjama'ah bersama Rasulullah. Awalnya hanya terlambat, namun kemudian semakin sering ia tidak terlihat diantara para jama'ah sehingga Rasul pun bertanya, "Dimana Tsa'labah?" Para sahabat yang lain mengatakan bahwa Tsa'labah semakin sibuk dengan hewan-hewan ternaknya.

Banyak orang yang diberikan Allah kenikmatan yang berlebih di muka bumi, seperti keelokan wajah, kemapanan hidup dengan rizki yang berlimpah kemudian mereka menjadi sombong dan mendurhakai nikmat Allah tersebut. Tentu tidaklah mengherankan karena memang ada manusia-manusia yang dibuat lupa oleh berbagai kenikmatan. Kelalaian Adam alaihi salam dan Siti Hawa oleh satu bentuk kenikmatan di surga tentu menjadi pelajaran berharga bagi orang-orang yang beriman agar tidak tergelincir.

Ada pula orang-orang yang diberi nikmat berlebih, namun segala kenikmatan dari Allah itu tidak membuatnya lupa kepada Sang Pemberi nikmat itu. Semakin bertambah hartanya semakin besar pula shodaqoh dan infaq yang dikeluarkannya. Keelokan wajah yang dimilikinya membuatnya semakin berusaha menghadirkan keagungan wajah Tuhannya dalam setiap kekhusyu'an dzikir dan munajatnya. Istri yang cantik nan sholehah, anak-anak yang taat dijadikannya pengingat akan Kemahapemurahan sekaligus Kekuasan-Nya. Karena ia begitu sadar kecintaan Allah jauh lebih didamba, maka dijadikannya semua kecintaan terhadap istri dan anak itu salah satu wasilah menuju cinta-Nya. Kendaraan, rumah, pakaian yang bagus dan berbagai fasilitas lainnya tidak menyurutkan rasa syukurnya.

Diseberang mereka, ada orang-orang yang diuji Allah dengan kemiskinan dan serba kekurangan. Hidup dengan tangan selalu dibawah dan mengharap belas kasihan kaum berpunya. Namun dalam kondisi mereka seperti itu mereka masih tetap ingkar bahwa Allah lah yang mengatur dan memberikan rizki bagi setiap hamba-Nya. Maka, jalan sesat dan tidak halal-lah yang kemudian mereka tempuh untuk mendapatkan secuil makanan, meski dengan resiko yang teramat besar seperti babak belur dihakimi massa, masuk sel tahanan atau bahkan mati dibakar hidup-hidup. Lengkaplah kesengsaraan baginya, hidup susah di dunia dan (insya Allah) tersiksa diakhirat. Sementara istri dan anak-anak yang ditinggalkannya tetap dalam kungkungan kesengsaraan.

Namun ada sebagian hamba-hamba yang tetap dalam keberimanan kepada Tuhannya meski kekurangan dan kemiskinan tak bosannya membelit kehidupan mereka. Meski kelaparan menjadi santapan hariannya, tak dijadikannya alasan untuk sedetikpun absen dari mengingat Allah. Debu, peluh dan letih tak menghalanginya untuk semakin berdekatan dengan Allah.

Bagi mereka, ujian kesengsaraan merupakan anugerah kebahagiaan terindah dari yang diberikan Allah, karena mereka tahu Allah begitu dekat dengan orang-orang fakir yang tetap beriman. Bahkan jika Allah memberikan sedikit saja kelebihan dari yang biasa diterimanya, mereka begitu takut akan membuatnya lupa akan Allah. Kepada anak istri, mereka tanamkan keyakinan bahwa bukan Allah tidak adil karena memberinya kesengsaraan, hanya saja, rizki itu akan diberikan-Nya di surga kelak sebagai balasan atas keteguhan imannya.

Maka kemudian, apakah kemudian kita masih meragukan segala ketentuan yang Dia tetapkan atas diri ini? Bukankah Allah jauh lebih tahu yang terbaik untuk ummatnya sehingga sudah Ia tentukan segala sesuatunya terhadap setiap makhluk atas dasar keadilan-Nya yang maha adil? Hanya saja, sangat sedikit manusia yang mau menyadari kasih sayang dan kemahapemurahan-Nya. Padahal dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman: "Diantara hamba-hamba-Ku yang mukmin ada sebagian yang tidak bisa baik urusan agama mereka kecuali dengan diberi kekayaan, kelegaan, dan kesehatan badan. Lalu kami menguji mereka dengan kekayaan, kelegaan, dan kesehatan badan sehingga baiklah urusan agama mereka. Diantara hamba-hamba-Ku yang mukmin ada pula sebagian yang tidak bisa baik urusan agama mereka kecuali dengan diberi kekurangan, kemiskinan, dan penyakit sehingga baiklah urusan agama mereka. Aku mengetahui dengan apa hamba-Ku yang mukmin menjadi baik dalam urusan agamanya". Wallahu a'lam bishshowab (Bayu Gautama)



DicetakKirim ke Rekan


Berita
- DPR Beri Batas Waktu Sampai 13 Mei Untuk Serahkan Draft UU Politik dan Pemilu
- SBY: Presiden Inginkan Sikap Tegas Bagi Perusuh Di Ambon
- Kebrutalan Israel Tewaskan 2116 Rakyat Palestina
- Kehadiran Mega Pada Hari Kemerdekaan Tim-Tim Tak Dapat Diwakilkan
- Javier Solana: "Saya Shock Melihat Kondisi Arafat!"
- Komisi I Akan Tanyakan Kunjungan Megawati Ke Timor Leste
- Tes Urine Kader PDIP Bukan Untuk Lacak Anggotanya Yang Terlibat Narkoba
Konsultasi
- Ustadz, Suami Saya Selingkuh Lagi!
- Suami Merasa Terpaksa Menikah Dengan Saya
- Mau Melamar, Takut Ditolak
- Setelah Menodai, Pacar Saya Punya Wanita Lain
- Ingin Jadi Anggota BATIC
- Standar Profesi Wartawan
- Apa Sih Jurnalistik Immersion?

Kanal Utama  | Depan | Berita | Artikel | Konsultasi | Belanja | Mail | Milis |
Info  | Tentang kami | Kontak | Iklan |
© 2000-2001 eramuslim
Untuk tujuan non-komersil/non-profit dibolehkan mengambil berita/artikel dengan mencantumkan sumber dari eramuslim (www.eramuslim.com). Untuk tujuan komersil harus mendapat persetujuan dari eramuslim.